Manusia sebagai manusia sosial, yang berhubungan dengan manusia dan mahluk lainnya kadangkala sulit dalam menentukan keputusan karena pertimbangan atas berbagai hal baik logis maupun emosional. Dalam hal ini teknologi berperan sebagai alat untuk membantu manusia dalam menentukan suatu keputusan dengan perhitungan logis dan terukur berdasarkan sistem neural atau lebih dikenal dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence)

Kecerdasan buatan ini sebenarnya adalah kemampuan perangkat teknologi untuk menyimpan data yang diperoleh dan memprosesnya bersama data yang telah ada sebelumnya untuk membentuk sebuah formula baru atas keputusan yang akan diambil berdasarkan perhitungan dari memori terhadap hal yang serupa yang telah tersimpan sebelumnya. Keputusan tersebut diambil dapat serupa atau dimodifikasi sesuai dengan formula baru pengembangan dari beberapa keputusan yang telah dibuat sebelumnya.

Kemampuan ini dimungkinkan dengan perkembangan digitalisasi yang semakin pesat, kemampuan sebuah prosesor bekerja dalam kecepatan yang sangat tinggi sehingga mampu mengkalkulasi berbagai kemungkinan atau akibat yang mungkin ditimbulkan atas sebuah keputusan yang diambil sampai pada sebuah keputusan dengan resiko terkecil dan dengan hasil terbaik.

Cara kerja ini dikenal dengan Sistem Pengambil Keputusan (Decision Maker System) dengan mempelajari bagaimana sebuah gerbang logika yang saling terkait menghasilkan suatu solusi yang resikonya masih dapat diterima (Acceptable).

Fungsi pengambilan keputusan yang sederhana adalah dengan menggunakan data statistik untuk menentukan kemungkinan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Penerapannya bisa kita lihat dalam aplikasi prediksi pertandingan piala dunia yang saya buat pada tahun 2010 lalu. (eas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *