Dalam sistem akuntansi, terdapat prinsip akuntansi dan konsep akuntansi yang berlaku. Prinsip akuntansi adalah asumsi, aturan dan konsep yang berlaku pada akuntansi. Prinsip akuntansi menjadi guideline bagaiman sistem akuntansi dibangun.

Karena keseluruhan sistem akuntansi dibangun dengan asumsi, konsep atau prinsip akuntansi tersebut, prinsip akuntansi ini berlaku juga pada laporan keuangan sebagai output dari sistem akuntansi.

Pengertian Prinsip Akuntansi

Prinsip akuntansi adalah sekumpulan guideline, panduan atau petunjuk yang harus diikuti saat melakukan pencatatan dan pelaporan transaksi akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan.

Dalam akuntansi, istilah prinsip akuntansi sering digantikan dengan istilah konsep dan asumsi akuntansi. Sebagai contoh, salah satu prinsip akuntansi adalah going concern, sering ditulis sebagai going concern principlegoing concern concept atau going concern assumptions.

Penggunaan ketiga istilah tersebut mungkin menyebabkan kerancuan dan kebingungan bagi orang yang sedang belajar akuntansi. Menurut saya, yang perlu dicatat adalah bahwa sebuah prinsip atau konsep dalam ilmu pengetahuan, bisa berasal dari asumsi-asumsi. Sehingga, kita bisa menggunakan ketiga istilah tersebut.

Untuk membantu Anda dalam memahami pembahasan ini, prinsip-prinsip akuntansi tersebut dibagi kedalam dua kelompok yaitu prinsip akuntansi yang terdapat pada laporan neraca (laporan posisi keuangan) dan prinsip akuntansi yang terdapat pada laporan laba rugi.

Konsep atau Prinsip Akunatansi yang terdapat pada Laporan Posisi Keuangan yaitu sebagai berikut:

• Economic entity atau Entitas Ekonomi

Prinsip ini menyatakan bahwa akuntansi untuk entitas (perusahaan) harus terpisah dari akuntansi pemilik entitas tersebut. Dengan asumsi ini, sumber daya dan kewajiban ekonomi yang disajikan pada laporan posisi keuangan, sumber daya dan kewajiban ekonomi milik pengguna bisa dibedakan dari milik perusahaan.

• Going Concern atau Berkelanjutan

Prinsip ini menyatakan bahwa sebuah bisnis atau perusahaan akan beroperasi seumur hidup, selama tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa perusahaan akan mengalami pailit atau bangkrut. Prinsip ini berdampak pada prosedur akuntansi lain, misalnya penyusutan, pengakuan pendapatan dan valuasi aset berdasarkan arus kas yang akan datang.

• Historical cost atau Biaya Historis

Prinsip ini merupakan dasar dalam melakukan valuasi aset dan liabilitas, dimana aset dan liabilitas harus dicatat pertama kali dan dilaporkan pada harga perolehan atau nilai asli aset atau liabilitas tersebut (historical cost).

• Monetary unit atau Satuan Moneter

Prinsip ini menyatakan bahwa akuntansi hanya mencatat transaksi bisnis yang bisa dinyatakan dalam satuan moneter atau uang.

Konsep atau Prinsip Akuntansi yang terdapat pada Laporan Laba/Rugi yaitu sebagai berikut:

• Periodicity atau Periode Waktu

Prinsip ini menyatakan bahwa laporan keuangan yang merupakan ukuran aktivitas perusahaan disusun berdasarkan periode waktu tertentu, biasanya dalam sebulan. Hal ini karena pengguna akuntansi membutuhkan laporan keuangan secara periodik untuk mengetahui bagaimana perusahaan tersebut dijalankan.

• Accrual Accounting atau Akuntansi Akrual

Prinsip ini menyatakan bahwa dampak ekonomi dari transaksi harus dicatat pada saat terjadi bukan pada saat kas diterima. Prinsip akuntansi akrual merupakan konsep akuntansi paling fundamental yang tidak hanya berlaku pada laporan keuangan tetapi pada prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Prinspi akuntansi akrual sering disebut dengan Prinsip Akuntansi I.

• Revenue recognition atau Pengakuan Pendapatan

Prinsip ini menyatakan bahwa pendapatan atau penghasilan dari menjual barang atau jasa harus dicatat jika jumlah dan waktu bisa ditentukan dengan jelas dan kapan kapan penghasilan tersebut selesai diterima.

• Matching atau Berpasangan

Prinsip ini menyatakan bahwa beban atau biaya yang terjadi atau timbul pada proses pengiriman, produksi dan penyampain barang atau jasa dicatat pada periode yang sama dengan pendapatan yang berkaitan dengan biaya tersebut.

• Conservatism atau Konservatif

Prinsip ini menyatakan bahwa laporan keuangan harus bisa mengasumsikan bahwa nilai yang dicatat pada laporan keuangan merupakan hasil perhitungan yang konservatif agar tidak overstated (lebih dari nilai sebenarnya) dan misleading.

• Full Disclosure atau Pengungkapan Penuh

Prinsip ini menyatakan bahwa laporan keuangan dan catatan yang berhubungan dengan laporan keuangan harus memasukkan apa pun informasi yang cukup signifikan untuk pengambilan keputusan pengguna laporan keuangan. Dengan kata lain, prinsip ini menyatakan bahwa informasi yang berkaitan diungkapkan semuanya dan tidak ada yang disembunyikan. (sumber : akuntansikeuangan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *